Rabu, 04 Februari 2015

Memilih Bibit Sapi Potong Yang Baik

Salam ternak sobat. Sudah lima artikel ternak sapi kami publikasikan dan sebenarnya sudah saatnya berpindah topik mengenai lele. Namun, setelah dipikirkan kembali, kami merasa ada yang kurang mengenai pelajaran dasar bagi orang yang akan berbisnis sapi. Yaitu tentang bibit sapi. Kenapa mendalami hal ini sangat penting? Karena biasanya orang yang akan memelihara sapi potong atau pedaging hampir pasti akan membeli sapi yang masih muda dan bisa disebut sebagai bakalan sapi dikarenakan bobotnya yang masih sedikit dan otomatis nilai karkas nya juga tidak terlalu tinggi. Bibit sapi adalah sapi yang berusia kurang lebih satu tahun dan dipelihara dengan tujuan untuk digemukkan. Karena setelah digemukkan bobot sapi meningkat drastis dan nilai karkas nya juga terangkat.

Kualitas bibit sapi dalam hal ini juga sangat menentukan hasil produksi penggemukan sapi yang kita jalankan. Jika kita sudah mendapatkan sapi bakalan yang berkualitas baik, maka setelah digemukkan akan tercapai kondisi yang ideal dan sesuai permintaan pasar, hal itu menjanjikan keuntungan yang sangat besar mengingat selisih harga sapi potong bakalan dan sapi potong yang siap produksi terpaut cukup banyak. Permintaan konsumen akan daging sapi tidak pernah surut walaupun harga daging sapi juga mahal. Oleh karena itu dengan mempelajari bibit sapi mulai sekarang, kedepan kita mungkin akan menjadikan ini sebagai bisnis sampingan kita karena keuntungannya yang lumayan. Sekarang kami tunjukkan cara dan beberapa hal yang perlu anda perhatikan dalam memilih bibit sapi potong yang baik.

memilih bibit sapi potong unggul | ternak sapi | usahaternak
Bibit Sapi Sumbawa Ongole Yang Sedang Digemukkan

Memilih Bibit Sapi Unggul

Penting bagi kita semua mengetahui gambaran bagaimana sapi bakalan yang baik. Karena sekali kita salah maka akan berpengaruh juga pada harga jual setelah digemukkan nanti.
  1. Bedakan jenis kelamin sapi terlebih dahulu.
  2. Perhatikan proporsi badan dari samping, depan, belakang dan kesempurnaanya.
  3. Carilah yang berkepala besar namun tetap seimbang dengan badannya.
  4. Leher yang besar kuat dan tebal bergelambir.
  5. Perhatikan punggung, pastikan punggung sapi lurus sejajar dan tidak melengkung/bengkok.
  6. Mulut harus datar, bahasa lainnya "papak".
  7. Lihat bagian perut dan tulang rusuknya, usahakan tulang rusuk tidak terlalu melengkung kedalam sehingga terkesan kurang berisi.
  8. Pastikan jumlah testis sapi jantan dan puting sapi betina. Sapi jantan memiliki dua testi, sapi betina memiliki empat buah puting.
  9. Besar pangkal ekor ke ujung ekor mempunyai besar ukuran yang tidak berbeda jauh.
  10. Kaki tidak pincang dan besar kokoh.

Selain beberapa hal fisik diatas, anda juga perlu menanyakan asal - usul dan silsilah sapi tersebut kepada peternaknya. Tanyakan pula riawayat penyakit dan tingkat adaptasi dan kesehatannya. Usahakan membeli sapi pada orang yang terpercaya dan reputasi nya sudah baik di mata pebisnis sapi. Jangan hanya terpancing oleh harga, karena harga yang rendah tidak menjamin sapi tersebut akan jadi sesuai harapan setelah digemukkan.
Dengan memelihara bibit sapi unggul, maka akan terdongkrak pula harga jualnya setelah matang digemukkan selama satu tahun. Entah itu saat dijual untuk disembelih maupun diambil anakannya. Beberapa bulan yang lalu, para pelaku industri penggemukan sapi di tanah air sempat macet dikarenakan tingginya harga sapi bakalan dan gencarnya pemerintah mengimpor sapi dari luar, untunglah para peternak khusus penggemukan sapi tidak berhenti total walaupun jumlah bibit sapi yang dipelihara tidak sebanyak dahulu.
Demikian hal yang dapat kami bagikan kepada sobat mengenai bibit sapi, semoga bermanfaat dan dapat menginspirasi kita semua dalam menjalankan bisnis dan usaha ternak Indonesia. Salam ternak.

0 komentar:

Posting Komentar

jam

Pages

Blogger news

Blogger templates

Sample Text

Recent Posts

About Me

Unordered List

Flag Counter

Text Widget